Transaksi Jual Beli Rumah atau Tanah

Transaksi jual beli rumah/tanah

Biaya yg ditanggung penjual :

  1. Pajak penghasilan (pph21 final), besarnya 5% dari NJOP di pbb+30% untuk income pemerintah pusat.
  2. Komisi agen 3% dari nilai transaksi kalau jualnya lewat agen.
  3. Tergantung kelengkapan data bukti bayar pbb: membayar pajak bumi bangunan selama 10 tahun terakhir (melampirkan bukti bayar selama 10 tahun ke belakang) kalau dokumennya gak lengkap, dipaksa bayar ulang supaya transaksi bisa jalan. Kalau dokumennya lengkap (kuitansi pbbnya ada semua lengkap) gak perlu keluar biaya lagi sepeserpun.

Cuma itu aja biaya yang dikeluarkan oleh penjual, biaya notaris kebanyakan ditanggung pembeli, tapi kalau pembelinya pelit, minta dibagi 2 beban notaris. Biaya notaris kalau rumah tipe BTN (RSS) biasanya dipatok notaris 2,5 juta, paket sudah termasuk cek sertipikat+biaya Akte Jual Beli. Tapi kalo normalnya paling mahal 1% dari NJOP, misal NJOP 1M kenanya bisa 10 juta, paling murah 0,5% dari njop tergantung notarisnya, beda notaris beda tarif

Peraturan baru: pajak gak boleh persis berdasarkan NJOP, harus ditambahin 30%, kalau notaris yg koboi berani cuma nambahin 10% supaya jasanya laku, padahal beresiko kena pidana kalo di-audit

 

Biaya yang dikeluarkan pembeli :

  1. Pajak Bea Peralihan (BPHTB) sebesar NJOP+30% dipotong 60 juta lalu dikali 5% , hasilnya merupakan income pemerintah daerah (pemda, bukan pemerintah pusat)
  2. Biaya notaris paling mahal 1% dari NJOP, tergantung dari notaris yg dipakai, tiap notaris beda-beda tarifnya, ada yg mahal, ada yg murah.

Ilustrasi :

Ada rumah terjual di harga 3Milyar
NJOP tahun 2013 Rp 1M

Maka biaya si penjual:

PPH : 5% X 1,3M = 65 juta
Komisi agen : 3% X 3M = 90 juta

Biaya pembeli:

BPHTB : 5% X (1,3M – 60 Jt) = 62 juta
Biaya notaris : 1% X 1M = 10 juta

 

Apa hubungannya jual beli rumah sama belajar mandarin? Suatu hari kalau rejeki datang dan kalian bisa investasi di property baik itu di Indo atau di Taiwan, setidaknya ngerti sama sistem yang berlaku di tiap tempat. Untuk istilah-istilah mandarinnya menyusul yak. butuh 100 jempol “like” Facebook untuk ngebuka istilah mandarinnya. ayo ajak teman-teman rame-rame “like” postingan ini ^^

 

Ilustrasi dan penjelasan di atas diberikan oleh Karen, Marketing Executive IndoProperty di Kawasan BSD, Tangerang.

Add Comment Register



Leave a Reply