Planning bikin video

Seperti yang kita tahu bahwa di Taiwan ini banyak tempat yang bisa diliput sebagai tempat wisata ataupun kuliner. Gunung, laut, pantai dan lain lain semua ada. namum, bagaimana caranya supaya bisa menghasilkan video yang baik? banyak dari rekan-rekan yang memang sudah terbiasa shoot video sebagai tugas sekolahnya dan hasilnya bagus. namun ada juga pemula banget seperti saya yang ngga pernah buat video. shoot sering tapi hasilnya jauh dari yang diinginkan, kenapa? karena pada saat shooting ngga ada planing mau dibuat seperti apa video nya. berdasarkan apa yang dipelajari secara online dan offline, ini dasar paling penting:

1. planning

Shooting berdasarkan planning akan lebih baik dibandingkan shooting tanpa planning. apalagi jika tempat shooting, lokasi, dan pemeran utama yang di shoot memiliki waktu yang terbatas. apa jadinya shooting tanpa planning? silahkan lihat beberapa video HD yang saya shoot tanpa planning, no story, nothing good to see dan kita ga tau apa dan mengapa di shoot. cari youtube saya nanti bisa lihat video-video tanpa planning yang saya maksud.

saya bisa aja berdalih atau berkelit kalau itu stok video saya sebelum diedit. hahahaha.. alasan kan boleh-boleh aja.

kalau km bekerja sendiri, shoot tanpa planning cuma abisin waktu berhari-hari dan berbulan-bulan tanpa hasil

dan, kalau kamu berkerja bersama team (tim) bisa fatal kalau tim kamu merasa kamu membuang-buang waktu mereka.

di dunia profesional, shooting video ada planningnya dan itu sudah harus ada sebelum tiba dilokasi karena dunia perfilman sekali datang ke lokasi shooting bakal menghabiskan banyak biaya dan waktu para pihak yang terlibat dalam film.

video selanjutnya kita sebut footage, biar semakin dalam dan dekat dengan dunia profesional hahahaha.. footage ini harus ada Mengapa dan Siapa. Mengapa kita membuat footage dan Siapa tujuan pemirsa dari footage ini? jika kita buat footage untuk anak-anak maka ngga mungkin kan kita buat footage yang berbau kekerasan maupun yang tingkat kedewasaan khususnya lebih dari 18 tahun ke atas. ini contoh sederhana, misalkan pemirsa kita orang Indonesia yang ngga ngerti mandarin, maka kita buatlah footage berbahasa Indonesia.

so, Mengapa kamu membuat footage? dan, Siapa pemirsa footage tersebut?

Jika membuat video promosi, pastikan apakah organisasi tersebut atau tempat lokasi yang ingin dipromosikan mendapat gambaran yang terbaik. dan, jika membuat video penggalangan dana untuk membangun fasilitas tempat ibadah atau sejenisnya, ambil gambar kondisi keadaan yang terlihat buruk karena kita bermaksud mengajak orang orang untuk tergerak hati nya. Untuk membuat video mengenai cara membuat sate ayam, perlihatkan semua bahan bahan yang dibutuhkan dan cara pengolahannya. sepertinya cara termudah untuk membuat video pertama kalian adalah soal yang berkaitan dengan memasak karena alatnya simple dan merekam video nya pun bisa pakai HP karena hp sekarang sudah canggih canggih, dan hasilnya bisa diupload ke youtube atau vimeo dan sejenisnya agar hasilnya bisa dinikmati orang banyak. ^^

mengetahui tujuan dari footage akan mempermudah kamu menentukan alat apa saja yang akan dibutuhkan untuk pengambilan gambar. apakah km membutuhkan lebih banyak alat perekam (HP/handycam/dll)

mengetahui sasaran penonton/pemirsa juga akan lebih membantu mau pakai cara apa kita shoot. Kalau tujuan kita adalah ditonton anak muda yang suka dengan music, maka perbanyaklah gerakan kamera, sudut pengambilan gambar dan sebagainya. Beda kalau kita tujukan untuk orang tua, kebanyakan pergerakan kamera malah akan bikin pusing. pernahkan nonton film yang kamera nya bergerak terus muter ga berhenti berhenti, sampe bikin ngeliat itu film mual mual kepingin muntah.. itu tandanya sudah tua... wakkkakka.. ngga gitu deh.. tapi ya intinya nangkep lah ya?

Kapan dan Dimana?

kalau shooting pengambilan gambar sendiri yang simple-simple asal planning sudah jelas mungkin ga akan susah. tapi kalau datang ke lokasi bersama tim atau kru dengan jumlah yang banyak tentunya harus perhatikan apakah di lokasi tersedia parkiran cukup dan apakah makanan tercukupi selama proses shooting sampai berakhir. lalu bagaimana supply daya untuk pencahayaan dan camera? lalu apakah shooting harus membawa peralatan dengan mendaki tangga yang tinggi sampai lantai 12?? karena mungkin lift gak muat dengan peralatan yang dibawa... semua harus diperhatikan. lihat juga dengan kondisi cuaca di lokasi. seperti yang saat ini saya lagi ambil soal lokasi wisata YongKang, sudah sebulan ini kondisi nya tidak dapat video yang diinginkan karena ada masalah dengan planing dan cuaca. saya bikin video tanpa planing sehingga berhari-hari shoot gagal. pas mau diolah ngga jadi cerita. lalu pada hari yang harusnya ramai karena jumat sabtu malah hujan deras. oh ya, kalau kalian ada yg mau bantu shoot soal yongkang kabari saya ya, asal bisa siang hari kita bisa ke yongkang sana. dibutuhkan 2-3 orang yang nantinya menceritakan kenapa km suka yongkang. waktu nya sampai minggu depan tanggal 12 Juni 2015. kalau kamu ngga tau apa itu yongkang, makanya nanti pantau terus ya di sini, hahaha.. klo uda tau silahkan bantu daftar di sini wakakkaka..

biasanya lokasi disurvei dulu untuk dilihat kelayakannya apakah sesuai kebutuhan atau tidak untuk tujuan video yang mau dibuat. selain cahaya penting, karena kita kan bukan shoot pakai alat yang canggih dan sekedar menggunakan HP atau GoPro maka lihat juga apakah ada gangguan suara seperti suara kendaraan atau sedang ada nya perbaikan jalan atau suara suara lain seperti anjing yang terus menerus menggonggong ngga ada kerjaan, karena suara-suara bising tersebut bisa mengganggu proses rekaman.

Apa dan Bagaimana?

latihan yang paling sulit adalah membiasakan membuat planning dan menetapkan tujuan siapa pemirsa dan untuk apa video ini dibuat. kalau asal shot sampai jadi, ini seperti bikin rumah dari 1 bata sampai ke bata terakhir dan jadi tapi ga bisa masuk ke rumah karena lupa bikin pintu masuknya. saya termasuk orang yang susah bikin planing maka dari itu tadi sudah saya bilang klo sudah sebulan gagal terus video nya.. hahahaha.. itu jadi stok video nanti, ga ada kata gagal wakkakaka.. (alasan mode on)

"Apa" di sini adalah apa yang ingin km perlihatkan ke orang orang dari video kamu. bikin list nya. ini akan mempermudah kamu bikin shot nanti. saya sering teralihkan konsentrasinya klao lagi shot liat yang bening-bening lewat.... karena basic nya saya ngga ada planing, tau-tau video saya isinya si bening itu.. aduhhh kacau.. btw, ga usa dicari di youtube saya, ga ada yg bening-bening di situ... hehehhe.. (belom)

apa yang mau dilihat dan didengar dari video ini? bikin jadi daftar shot, lalu "bagaimana" shot nya agar itu bisa dapat semua. Bagaimana ini yang bakal jadi daftar list yang terbanyak karena akan membuat  berbagai macam lokasi dan waktu untuk mengambil gambar agar yang diinginkan bisa didapatkan. ini baru kerjaan awal dalam "bagaimana" yang nantinya dipecah2 berdasarkan lokasi dan penjadwalan shooting. tapi ini buat yang uda pro dan bekerja berdasarkan team. kita buat yang gampang dulu aja. jangan takut salah, saya sering salah dan sering kalap kalau liat yg bening.. ulang dan ulang terus belajar lebih baik lagi itu kunci nya.

 

prioritas penting, tempatkan lokasi yang tersulit sebagai prioritas, ini tempat masuk daftar teratas, tapi bukan dari daftar teratas itu yang menjadi daftar pertama lokasi shooting, cuma menampilkan lokasi tersulit sebagai posisi paling atas. soal pengambilan gambar ngga harus dari yang paling sulit itu. ini belajar soal prioritas, jadi ikutin aja. hehe...

selain prioritas tempat, prioritas pemeran sebagai urutan ke dua di sini. jadi teman-teman yang mau tampil, saya sudah kasih tau kalau lokasi nya adalah yongkang. apakah dari kalian ada yang available waktunya di siang hari pada saat cuaca cerah? tentunya ngga harus mengganggu waktu kuliah kalian loh ya... kita bisa janjian di u-bike depan mtc. klo ngga ngerti tempat-tempat tersebut bisa line saya. kita akan shot di outdoor, kecuali kalau kalian memang ingin menikmati makanan wisata kuliner di yongkang sana, (ngga saya bayarin loh yaaaa..) sebagai kesempatan dalam kesempitan jadi saya video kan juga kalian yang sedang menikmati kuliner di sana. 🙂 ahahahhaa.... syaratnya ngga malu sama kamera. dan bakal di close up kalau kalian mau shoot indoor soal makanan. jadi tampil apa adanya juga penting ngga usa dandan terlalu mencolok mata... apa ada nya aja. kita ga akan shot setelah jam 6 sore karena keterbatasan camera gopro yang saya pakai ahhahahha.. jadi klo malam-malam kalian mo lanjut ya lanjut aja sendiri...

 

ingat! rancanakan dahulu baru shot. ngga harus ikutin sih kalau budget kalian kenceng dan waktu kalian banyak. kalau ikutin tips ini akan menghemat banyak biaya, waktu, dan tenaga etc etc dll dll..

sebarkan yak! suksesnya yongkang akan berlanjut ke shot selanjutnya. ngga perlu ganteng dan cantik untuk bantuin saya. yang penting ada waktu dan bersedia dan ngga berlebihan di depan kamera ahahhahah.. thanks you guys..

 

Leave a Reply

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook