Cara Membuat Paspor di Bandung

Cara Membuat Paspor di Bandung

Sumber: http://currarpickt.wordpress.com/2012/03/05/cara-membuat-paspor-di-bandung/?study-in-taiwan.com

Pengalaman Mita membuat Paspor di Bandung diposting di blog ini setelah mendapatkan ijin dari yang bersangkutan. Profile Mita bisa dilihat di sini. Pengalaman ini termasuk pertama kalinya mengenai pembuatan paspor di Bandung yang sebelumnya belum perna diposting blog study-in-taiwan mengenai pembuatan paspor sendiri tanpa menggunakan biro jasa atau agen.

Berikut adalah pengalaman Mita dalam membuat Paspor di Bandung:

Tulisan ke-55 ini didedikasikan untuk berbagi pengalaman mengenai cara membuat paspor di Bandung. Pembuatan paspor di Bandung tentunya harus dilakukan di Kantor Imigrasi Bandung yang berada di Jl. Suropati No. 82. Bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi alias harus naik kendaraan umum (baca: angkot) bisa naik angkot Caheum-Ciroyom dari Simpang Dago. Hati-hati ketika naik angkot ini. Naiklah angkot Caheum-Ciroyom yang belok ke arah Dipati Ukur dan bukan angkot yang lurus ke bawah yaitu ke arah BIP. Angkot Caheum-Ciroyom ini berwarna hijau dengan garis orange dan sangat mudah dikenali karena biasanya menggunakan mobil kijang sehingga ukurannya jauh lebih besar dari angkot Kelapa-Dago walaupun warnanya sama. Dengan menggunakan angkot Caheum-Ciroyom ini, anda hanya perlu sekali naik angkot karena angkot ini akan melewati kantor imigrasi Bandung. Tentu saja anda harus menyeberang jalan untuk mencapai kantor imigrasi tersebut. Begitu pula dengan perjalanan pulangnya. Cukup naik angkot yang sama yaitu angkot Caheum-Ciroyom dan anda akan kembali melewati Dipati Ukur. Perlu diingat bahwa angkot ini nantinya akan terus lurus menuju Cihampelas dan tidak berbelok ke arah Dago.

Apa saja yang perlu disiapkan?

Saran saya mendaftarlah melalui situs yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia terlebih dahulu. Situsnya dapat dituju di sini. Jika anda bingung bagaimana cara mengajukan permohonan paspor melalui situs tersebut, di menu paling bawah terdapat Petunjuk Pengisian Layanan Paspor Online. Saya akan tetap menjelaskan secara umum langkah-langkah pengisian layanan tersebut. Langkah-langkahnya iyalah:

 

  1. Pilihlah menu Pra Permohonan Personal. Setelah memilih menu tersebut, anda harus mengisi data pribadi dan juga jenis permohonan anda. Untuk pembuatan paspor baru, pilihlah “Baru – Paspor biasa” pada field jenis permohonan. Kemudian jenis paspornya adalah “48H Perorangan”. FYI, katanya yang 24H Perorangan itu paspor untuk TKI.
  2. Isi data pribadi anda dengan lengkap kemudian tekan tombol Lanjut
  3. Lanjutkan pengisian data pribadi pada halaman selanjutnya kemudian tekan tombol Lanjut
  4. Upload hasil scan dokumen yang dibutuhkan. Terdapat 3 dokumen yang wajib di-upload agar dapat diproses ke tahap selanjutnya yaitu Copy KTP WNI, Copy Kartu Keluarga, dan Copy Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah. Kalau ketiga dokumen tersebut tidak lengkap maka permohonan tidak akan diproses.
  5. Tekan tombol lanjut dan pilih tanggal kedatangan di kantor imigrasi tersebut. FYI, kanim merupakan singkatan dari Kantor Imigrasi. Pilihlah Kanim 1 Bandung dan kemudian cek tanggal.
  6. Pilihlah salah satu tanggal yang tersedia kemudian tekan lanjut
  7. Masukkan kode verifikasi dan tekan OK
  8. Layar akan menampilkan pesan pra permohonan berhasil dan akan terdapat bukti permohonan. Bukti permohonan juga akan dikirimkan ke email anda. Perlu diingat bahwa bukti permohonan tersebut harus dibawa pada saat anda datang ke kantor imigrasi.

O iya! Untuk mengurus paspor, anda tidak perlu punya KTP Bandung. Bukan warga asli Bandung pun tetap dapat mengurus paspor selama memiliki KTP WNI :D

Selesailah tahap mengajukan pra permohonan paspor. Saya mengajukan pra permohonan tersebut di hari Selasa, 14 Februari 2012 kemudian mengisi tanggal kedatangan pada hari Rabu, 15 Februari 2012. Saran saya, datanglah lebih awal di pagi hari agar tidak perlu mengantri lama. Kantor imigrasi mulai beroperasi pukul 07.30 WIB – 12.00 WIB, dilanjutkan dengan istrirahat siang dan beroperasi kembali pukul 13.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB jika saya tidak salah ingat.

Di hari Rabu, saya berangkat dari kosan sekitar pukul 07.00 WIB dan sampai sekitar pukul 07.30 WIB. Sesampainya di kantor imigrasi, anda harus membeli map kuning beserta sampul paspor seharga Rp 10.000,00. Map dan sampul tersebut tersedia di warung yang ada di dekat tempat parkir motor. Selain itu, anda juga harus mengisi formulir permohonan dan surat pernyataan yang dapat diminta di loket dekat pintu masuk. Formulir tersebut kurang lebih sama dengan yang diisi pada saat mendaftar online. Jangan lupa sediakan materai 6000 karena materai tersebut digunakan di surat pernyataan.

Mengapa saya menyarankan untuk mendaftar online terlebih dahulu?

Karena antrian untuk pendaftar online berbeda dengan antrian pendaftar yang biasa dan antrian untuk pendaftar online lebih cepat. Hal ini disebabkan masih sedikitnya orang yang mendaftar online terlebih dahulu. Masih banyak orang yang memilih untuk langsung datang ke sana dan mendaftar sehingga antriannya lebih panjang. Kode untuk antrian bagi pendaftar online adalah C dan pada hari Rabu tersebut saya mendapat nomor antrian C001. Tanpa perlu mengantri saya langsung menuju ke loket dan menyerahkan berkas-berkas saya. Berkas yang harus dibawa adalah:

  1. KTP Asli
  2. Fotokopi KTP mengikuti format yang diminta kantor imigrasi yaitu di kertas A4 dengan setengah bagian atas kertas berisi tampak depan KTP dan setengah bagian bawah kertas berisi tampak belakang KTP. Tempat fotokopi yang ada di sekitar kantor imigrasi sudah hafal dengan formatnya. Anda cukup mengatakan “Fotokopi KTP untuk paspor” :D
  3. Kartu Keluarga Asli –> kalau tidak ada, tidak masalah. Saya juga tidak membawa yang asli karena yang aslinya ada di Makassar
  4. Fotokopi Kartu Keluarga
  5. Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah Asli
  6. Fotokopi Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah

Masukkan berkas-berkas yang dibawa beserta formulir permohonan dan surat pernyataan tersebut ke dalam amplop kuning. Serahkan pada petugasnya dan anda akan mendapatkan tanda terima untuk melakukan pembayaran, wawancara, dan foto keesokan harinya. O iya, bagi anda yang orangtuanya dahulu berstatus WNA, anda akan diminta untuk membawa Surat WNI Ayah pada saat sesi foto dan wawancara. Kalau anda tidak berasal dari Bandung, maka petugas akan meminta anda membawa fotokopian hasil fax surat WNI tersebut. Saya termasuk orang yang bernasib beruntung tersebut dan diminta membawa surat WNI Ayah. FYI, surat WNI tersebut isinya adalah pernyataan dari pengadilan bahwa ayah anda telah melepaskan status WNA dan menjadi WNI.

Saya hanya menghabiskan waktu 15 menit saja untuk menyerahkan berkas-berkas tersebut :D

Hari Kamis, 16 Februari 2012 saya kembali ke kantor imigrasi untuk melakukan pembayaran, wawancara, dan foto. Datanglah dengan menggunakan pakaian rapi yaitu kemeja, celana panjang, dan sepatu. Bagi wanita yang berambut panjang usahakan poninya jangan menutupi alis karena petugas di sana mengatakan alis harus keliatan pada saat difoto. Sesampainya di kantor imigrasi, saya kembali mengambil nomor antrian dan mendapat antrian nomor C005. Antriannya kembali dibedakan antara yang telah mendaftar online dan yang mendaftar biasa. Tidak perlu menunggu cukup lama (kira-kira sekitar 10 menit) nomor antrian saya sudah tertera di loket pembayaran. Sekedar saran, sebaiknya anda menunggu di dekat loket pembayaran karena banyak yang sering menyerobot antrian :| Biaya yang harus anda bayar sebesar Rp 255.000,00. Saya lupa rinciannya apa saja.

Setelah membayar, anda akan mendapatkan kembali map berisi berkas yang anda serahkan kemarin dan anda harus menunggu lagi untuk mendapat giliran wawancara dan foto. Nomor antrian yang digunakan sama dengan nomor antrian membayar. Lagi-lagi tidak perlu menunggu lama, hanya sekitar 15 menit saja saya sudah dipanggil untuk wawancara dan foto. Hal pertama yang dilakukan adalah foto. Pastikan telinga, mata, dan alis anda terlihat (yang ini berarti kalau menggunakan kacamata harus dilepas dulu). Ketika petugas berhasil mengambil foto pertama kali, petugas akan bertanya apakah foto ini sudah cukup atau mau diulang. Biar cepat, saya langsung saja mengatakan cukup tanpa melihat dengan baik hasil fotonya :P Kemudian setelah foto dilanjutkan dengan scan sidik jari. Seluruh jari tangan akan discan.

Setelah beres foto dan scan sidik jari, anda harus kembali menunggu giliran wawancara. Cepat lambatnya antrian ini bergantung pada petugas imigrasinya. Ada yang bertanya macam-macam sehingga lama dan ada yang cuma bertanya 1 pertanyaan yaitu “Mau kemana?”. Ketika tiba giliran saya untuk diwawancara, saya maju dan menyerahkan map saya. Saat petugas membaca bahwa saya harus menyerahkan surat WNI Ayah, dia pun memeriksa surat WNI yang saya bawa. Ternyata kata petugas tersebut, surat itu tidak lengkap. Seharusnya ada surat pencabutan dokumen imigrasi juga. Saya tentunya tidak paham itu surat apa :| Petugasnya pun menjelaskan pada saya apa arti surat WNI tersebut dan surat pencabutan dokumen imigrasi yang harus saya bawa pada saat pengambilan paspor. Setelah diberikan penjelasan tersebut, saya diminta menandatangi buku paspor kosong dan diberikan tanda terima pengambilan paspor yaitu tanggal 22 Februari 2012.

Tanggal 22 Februari 2012, saya kembali mendatangi kantor imigrasi dan hanya berbekal surat pernyataan dari pengadilan lagi yang isinya kurang lebih bahwa ayah saya telah mencabut status WNA dan sudah lulus ujian bahasa dan sejarah Indonesia sehingga menjadi WNI. Antrian untuk mengambil paspor tidak lagi dibedakan :( Pengambilan paspor dimulai pukul 13.00 WIB, jadi kalau anda datang sebelum pukul 13.00 WIB, anda tidak akan dilayani. Namun, keuntungan datang lebih awal adalah mendapatkan nomor antrian lebih kecil :D

Menunggu sekitar 15 menit barulah nomor antrian saya dipanggil. Setelah menyerahkan surat pernyataan dari pengadilan dan tanda pengambilan paspor, saya disuruh duduk menunggu. Nantinya petugas akan memanggil satu persatu. Menunggu sampai nama saya dipanggil memakan waktu kurang lebih 20 menit. Ternyata surat pernyataan saya diterima dan saya berhasil mendapatkan paspor :D

Ada baiknya kalau anda punya waktu luang, anda mengurus paspor sendiri sebab waktu yang dibutuhkan tidak lama. Hanya seminggu saja. Kecuali jika sudah terdesak, mungkin anda akan menggunakan jasa calo. Namun penggunaan jasa calo tersebut sangat tidak saya anjurkan karena biayanya berkali-kali lipat dari biaya seharusnya.

Sekian pengalaman saya mengurus paspor di Bandung :D Sampai berjumpa di tulisan selanjutnya!

Lihat juga pengalaman Mita dalam Pengurusan Legalisir Dokumen ke Kemenkumham.

 

 

Leave a Reply

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook